Kamis, 26 Januari 2017

Cara Sederhana berternak Ayam Kampung



Kalau kita tinggal di kampung, rumah kita punya pekarangan yang agak luas dan kebetulan lagi agak berjauhan dengan tetangga ada baiknya kita memelihara ayam kampung. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan daging dan telur untuk keluarga, jadi kalau ingin makan ayam tidak perlu membeli lagi, tinggal pilih terus dipotong. Apalagi bila kedatangan tamu jauh yang mau makan di rumah, kita tidak terlalu pusing memikirkan lauk cukup ambil beras segenggam panggil ayamnya, hap lalu ditangkap.  Kenapa ayam kampung? Karena selain rasa dagingnya lebih enak ketimbang ayam broiler, pengurusannya tidak rumit dan biayanya juga tidak terlalu besar. Ayam kampung termasuk golongan ayam buras, singkatan dari bukan ras. Istilah ini digunakan untuk membedakannya dengan golongan ayam ras seperti ayam bloiler dan ayam petelur. Selain ayam kampung ayam buras lainnya adalah ayam bangkok, ayam arab, ayam kedu, ayam kate dan lain-lain. Berikut tahapan yang harus dilakukan untuk memelihara ayam kampung.

Kandang

Langkah pertama yang harus dilakukan apabila kita berencana memelihara ayam kampung adalah membuat kandang. Kalau kita mencari ayam dulu baru membuat kandang, nanti ayamnya tidak  punya tempat. Cukup mengganggu apabila ayam menumpang dulu menginap di rumah kita, sementara kandangnya selesai dibuat. Bila memungkinkan buatlah kandang yang agak besar misalnya 3 meter x 3 meter, makin besar makin bagus. Agar saat ayam bertambah banyak kita tidak perlu repot lagi membuat kandang tambahan. Selain itu dengan kandang yang luas kita akan lebih leluasa keluar masuk untuk memeriksa keadaan kandang dan ayam. Usahakan agar cahaya dan udara bebas keluar masuk ke kandang dengan cara memasang kawat jaring pada sebagian dindingnya sehingga kandang tidak pengap dan kesehatan ayam lebih terjamin. Didalam kandang buat juga tempat bertengger  agar ayam dapat tidur dengan nyaman. Lantai kandang kalau bisa disemen sehingga kotoran ayam mudah dibersihkan secara rutin. Kelak setiap selesai membersihkan kotoran ayam, lantai ditaburi dengan sabun deterjen secukupnya, ini untuk menghindari ayam terkena serangan penyakit. Setelah selesai membuat kandang disekelilingnya dipasang pagar untuk mengurung ayam pada saat diberi makan dan sewaktu-waktu saat musim penyakit ayam sedang mewabah.

Mencari bibit ayam

Bibit ayam bisa didapat dengan membeli ayam indukan atau anak ayam, dianjurkan mencari ayam dewasa yang siap bertelur agar ayam lebih cepat berkembang. Kalau bibit yang masih kecil akan membutuhkan waktu agak lama menunggu ayamnya tumbuh menjadi besar. Untuk ukuran kandang diatas cukup satu ekor ayam jago dan lima ekor atau lebih ayam betina sebagai tahap awal, selanjutnya dalam beberapa bulan ayam akan berkembang menjadi banyak apabila telah mulai bertelur dan menetas.

Merawat ayam

Setelah kandang jadi dan bibit sudah tersedia langkah selanjutnya adalah merawat ayam. Ayam perlu diberi makan setiap hari secara rutin pagi dan sore, pakannya tidak terlalu sulit, cukup diberi dedak dicampur nasi dengan perbandingan 3 bagian dedak dan 1 bagian nasi. Setiap selesai memberi pakan pada pagi hari ayam dilepas untuk mencari makanan sendiri, sore harinya ayam diberi makan lagi setelah ayam pulang ke kandang. Sebagai tambahan bisa juga diberikan jagung, ubi, kotoran dari hasil membersihkan ikan dan sisa sisa makanan rumah tangga. Jangan sekali sekali memberi ayam makanan sisa daging ayam dari restoran atau daging ayam yang kita beli, karena ada kemungkinan daging tersebut terkena penyakit dan akan menular kepada ayam peliharaan kita.
Ketika ayam betina mulai siap bertelur perlu dipersiapkan tempatnya dari kotak papan yang dipasang di sekitar kandang. Buatlah tempat bertelur tersebut lebih tinggi dari lantai kira kira 1,5 meter, agak tertutup dan tidak bocor saat hujan sehingga ayam akan merasa nyaman pada waktu bertelur dan saat mengeraminya. Setelah menetas anak ayam perlu perhatian khusus. Induk beserta anaknya dipisahkan dari kelompok ayam yang lain dan dikurung di tempat tersendiri. Sebab apabila dibiarkan lepas induk ayam akan membawa anaknya yang masih kecil itu kemana mana, kemudian satu per satu anak ayam mungkin akan mati akibat masuk ke dalam got atau akibat lain di luar kandang. Lakukan pengurungan induk dan anak ayam ini selama 2 minggu, setelah itu induk ayam digabungkan dengan kelompok ayam dewasa lainnya agar cepat kembali bertelur. Sedangkan anaknya tetap dikurung dan diberi pakan khusus ayam broiler sampai berumur 2 bulan. Setelah melewati umur ini pakan dapat dicampur dengan dedak dan jagung giling. Barulah ketika umurnya mencapai 3 bulan anak ayam dapat dilepaskan bersama ayam lainnya.

Demikian sekilas mengenai pemeliharaan ayam kampung yang saya tulis berdasarkan pengalaman sendiri. Mohon maaf kalau tulisan ini kurang ilmiah dan disana sini masih banyak terdapat kekurangan. Karena saya juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati.

1 komentar:

  1. Judi Situs Taruhan Sabung AYAM ONLINE hanya di www.bolavita.vip saja.

    Dengan minimal deposit hanya Rp 50.000 saja sudah bisa mainkan permainannya dimana dan kapanpun saja.

    Agen BOLAVITA menyediakan 3 jenis permainan Sabung Ayam:
    ♦ Sabung Ayam S128 (minimal betting : 20.000)
    ♦ Sabung Ayam SV388 (minimal betting : 10.000)
    ♦ Kungfu Chicken (minimal betting : 15.000)

    ARTIKEL SEPUTAR SABUNG AYAM

    Sangat terjangkau bukan?
    Tunggu apalagi, segera daftarkan dirimu sekarang juga!!

    Untuk info selanjutnya, bisa hubungi kami VIA:
    BBM : BOLAVITA / D8C363CA
    Whatsapp : +62812-2222-995
    Livechat : www.bolavita.vip
    Livechat 24 Jam

    BalasHapus